Andika Putra S.Kom Saya seorang Administrator Sistem Linux dan juga menulis banyak tutorial tentang VPN , VPS , RDP, Tunneling Linux, Cloud, dan Open Source.

Cara Import dan Export Config pada aplikasi Http Custom

Import dan Export Config di aplikasi Http Custom , kegiatan wajib yang kita lakukan saat menggunakan aplikasi Http Custom , karena tanpa adanya config aplikasi Http Custom tidak akan bisa berjalan dan bekerja dengan baik untuk bisa terhubung ke salah satu server

oleh karena itu saya akan memberikan cara Import dan Export Config untuk para pemula yang baru belajar aplikasi tunnel Http Custom

tutorial Cara Import dan Export Config pada aplikasi Http Custom

Cara Import Config http custom

sebelumnya pastikan kamu sudah unduh file config dengan format .hc yang bisa kamu dapatkan di group facebook atau komunitas http custom

  • pindah file config ke dalam folder Http custom
  • Buka Aplikasi http custom
  • pilih icon + , kemudian pilih open config

letak icon + berada di bawah kanan pada aplikasi http costum

  • lalu cari config yang telah kamu unduh

pada tahap ini kamu sudah berhasil membuka atau import file config http custom

  • tekan Mulai untuk menjalankan config tersebut

Baca juga : Cara Setting DNS Custom pada aplikasi Http Custom

Cara Export Config http custom

pastikan kamu sudah membuat config buatan kamu sendiri, dan sudah menjalankan berbagai test , bahwa config yang telah kamu buat sudah berhasil bejalan dan konek

  • pilih icon + , kemudian pilih save config
  • berikan nama pada file

misalnya kita bisa memberikan nama seperti idtunnel – config telkomsel

  • kemudian pilih save 

pada tahap ini , kita sudah export config dan menyimpan file config di dalam folder http custom

konfigurasi tambahan Export config di Http custom

 import dan export config http custom

  1. Lock Payload & Server : mengunci payload dan server yang digunakan
  2. Lock Payload : hanya mengunci payload yang di pakai
  3. unclok user & pass : tidak mengunci user dan password pada server
  4. unclock remote proxy : tidak mengunci proxy yang digunakan
  5. mobile data : hanya bisa digunakan dengan jaringan mobile data / seluler
  6. block root : handphone dengan akses root tidak bisa import config
  7. HWID : sebuah identitas dari perangkat keras
  8. Note : memberikan catatan tambahan kepada pemakai config
  9. password : memberikan password ke file config
  10. Extra sniffer : memberikan keamana tambahan ke file config
  11. Expired : batas waktu config

jika ingin membagikan secara publik pastikan jangan pernah ceklist HWID , karena pengguna lain tidak bisa mengakses dan mengimport config tersebut

jika belum paham dan mengerti bisa tanyakan di kolom komentar

 

Avatar for Andika Putra S.Kom
Andika Putra S.Kom Saya seorang Administrator Sistem Linux dan juga menulis banyak tutorial tentang VPN , VPS , RDP, Tunneling Linux, Cloud, dan Open Source.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.